Sewa Mobil Jogja

Diposting pada tanggal 31 July 2020
Sewa Mobil Jogja

Sewa Mobil Surabaya Jogja Harga Murah di SR transport Group

SR transport Group Rent Car Tour Travel Agent telah Terdaftar dan Legal dibawah naungan CV. SHAFIRA RIZKY Perusahaan yang bergerak dibidang jasa transportasi Sewa Mobil di Surabaya pada khususnya dan Jawa Timur umumnya, kami juga melayani Biro Perjalanan Paket Wisata kota MalangBatuBromoBanyuwangiBaliJogjaSemarangBandung, Jakarta dan Destinasi wisata Indonesia yang menarik untuk dikunjungi.

Untuk anda yang ingin jalan-jalan keliling wisata Jogja, berburu kuliner khas Jogja dan explore kota Jogja, segera hubungi SR transport Group Rent Car Tour Travel Agent Surabaya Perusahaan Jasa Transportasi Sewa Mobil Surabaya Jogja dengan Harga paling Murah, Armada keluaran terbaru + Driver yang Berpengalaman dan Profesional. Garansi Layanan Terbaik Sewa Mobil Surabaya Jogja.

SR transport Group Surabaya memenuhi kebutuhan jasa transportasi anda selama di Surabaya dengan rute tujuan Jogja, armada kami antara lain : Daihatsu Xenia, Toyota Avanza, Toyota Innova, Suzuki Ertiga, Daihatsu Terios, Toyota Hiace, Isuzu Elf, Totota Alphard, Mitsubishi Pajero, Mitsubishi Xpander, Honda Jazz, Yaris, Toyota Fortuner, Toyota Vellfire, tersedia juga Mercedez Benz Sprinter. Armada kami selalu dalam kondisi prima, selalu siap melayani dan mengantar anda. Sebagai sarana transportasi Sewa Mobil Surabaya Jogja, kemanapun tujuan anda, baik dalam kota Surabaya maupun luar kota Jawa Timur.

Kami menjamin Harga Sewa Mobil Surabaya Jogja lebih terjangkau di SR transport Group Surabaya. Dengan pengalaman bertahun-tahun dalam melayani Jasa Transportasi Sewa Mobil Surabaya, kami selalu memberikan pelayanan terbaik dengan kondisi mobil yang prima dan selalu bersih serta pengemudi (driver) professional yang berpengalaman.

Harga Sewa Mobil Surabaya Jogja

Berikut ini daftar Harga Sewa Mobil Surabaya Jogja. SR transport Group di dukung dengan armada mobil keluaran terbaru, bersih, nyaman dan terawat. Berikut harga dan tipe kendaraan yang selalu siap mengantar dan mendampingi perjalanan anda.

Harga Sewa Mobil + Driver rute luar kota Surabaya tujuan ke Jogja (Jawa Tengah) non BBM

Jenis Mobil

Paket Sewa Perhari

Avanza

Rp.800.000

Xenia

Rp.750.000

Xpander

Rp.850.000

Ertiga

Rp.800.000

Innova

Rp.950.000

Alphard

Rp.2.500.000

Vellfire

Rp.2.550.000

Fortuner

Rp.1.500.000

Pajero

Rp.1.600.000

Hiace

Rp.1.750.000

Isuzu Elf

Rp.1.600.000

Keterangan dan Ketentuan Harga Sewa Mobil di Tabel

  • Harga tabel di atas belum termasuk biaya  BBM + TOL (Pulang Pergi).
  • Harga tabel di atas belum termasuk biaya Parkir + Parkir Tempat Wisata & Tiket Masuk Wisata.
  • Harga tabel di atas belum termasuk biaya makan driver Rp.50.000,- per hari.
  • Harga tabel di atas belum termasuk biaya inap driver Rp.150.000,- apabila tujuan luar kota Surabaya.

Tunggu apalagi, segera hubungi kami dan nikmati layanan jasa transportasi serta kesan perjalanan yang berbeda dari SR transport Group Surabaya. Kontak admin buka 24 jam selama 7 hari, sewaktu-waktu anda menghubungi kami untuk pesan sewa mobil atau konsultasi rental mobil, admin siap membantu anda. Hubungi kami : Office Phone : (031) 99895814 / Sofiyan : 0822-4438-3933 / Admin 1 : 0856-5535-7386 / Admin 2 : 0821-2560-8533

Sejarah Singkat Daerah Istimewa Yogyakarta (Jogja)

Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Daerah Istimewa setingkat provinsi di Indonesia yang merupakan peleburan Negara Kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Paku Alaman. Daerah Istimewa Yogyakarta terletak di bagian selatan Pulau Jawa, dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia. Daerah Istimewa yang memiliki luas 3.185,80 km2 ini terdiri atas satu kota, dan empat kabupaten, yang terbagi lagi menjadi 78 kapanewon/kemantren, dan 438 kalurahan/kelurahan. Menurut sensus penduduk 2010 memiliki populasi 3.452.390 jiwa dengan proporsi 1.705.404 laki-laki, dan 1.746.986 perempuan, serta memiliki kepadatan penduduk sebesar 1.084 jiwa per km2

Sebelum Indonesia merdeka, Yogyakarta merupakan daerah yang mempunyai pemerintahan sendiri atau disebut Zelfbestuurlandschappen / Daerah Swapraja, yaitu Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat didirikan oleh Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1755, sedangkan Kadipaten Pakualaman didirikan oleh Pangeran Notokusumo (saudara Sultan Hamengku Buwono II) yang bergelar Adipati Paku Alam I pada tahun 1813. Pemerintah Hindia Belanda mengakui Kasultanan, dan Pakualaman sebagai kerajaan dengan hak mengatur rumah tangganya sendiri yang dinyatakan dalam kontrak politik. Kontrak politik yang terakhir Kasultanan tercantum dalam Staatsblaad 1942 Nomor 47, sedangkan kontrak politik Pakualaman dalam Staatsblaad 1941 Nomor 577. Eksistensi kedua kerajaan tersebut telah mendapat pengakuan dari dunia internasional, baik pada masa penjajahan BelandaInggris, maupun Jepang. Ketika Jepang meninggalkan Indonesia, kedua kerajaan tersebut telah siap menjadi sebuah negara sendiri yang merdeka, lengkap dengan sistem pemerintahannya (susunan asli), wilayah, dan penduduknya.

Dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), DIY mempunyai peranan yang penting. Terbukti pada tanggal 4 Januari 1946 sampai dengan tanggal 27 Desember 1949 pernah dijadikan sebagai Ibu kota Negara Republik Indonesia. Tanggal 4 Januari inilah yang kemudian ditetapkan menjadi hari Yogyakarta Kota Republik pada tahun 2010. Pada saat ini Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwana X dan Kadipaten Pakualaman dipimpin oleh Sri Paku Alam X yang sekaligus menjabat sebagai Gubernur, dan Wakil Gubernur DIY. Keduanya memainkan peran yang menentukan dalam memelihara nilai-nilai budaya, dan adat istiadat Jawa dan merupakan pemersatu masyarakat Yogyakarta.

Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan metamorfosis dari Pemerintahan Negara Kesultanan Yogyakarta dan Pemerintahan Negara Kadipaten Pakualaman, khususnya bagian Parentah Jawi yang semula dipimpin oleh Pepatih Dalem untuk Negara Kesultanan Yogyakarta, dan Pepatih Pakualaman untuk Negara Kadipaten Pakualaman. Oleh karena itu Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki hubungan yang kuat dengan Keraton Yogyakarta maupun Puro Paku Alaman. Sehingga tidak mengherankan banyak pegawai negeri sipil daerah yang juga menjadi Abdidalem Keprajan Keraton maupun Puro. Walau demikian mekanisme perekrutan calon pegawai negeri sipil daerah tetap dilakukan sesuai mekanisme peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pariwisata di Yogyakarta (Jogja)

Pariwisata merupakan sektor utama bagi DIY. Banyaknya objek, dan daya tarik wisata di DIY telah menyerap kunjungan wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Pada 2010 tercatat kunjungan wisatawan sebanyak 1.456.980 orang, dengan rincian 152.843 dari mancanegara, dan 1.304.137 orang dari nusantara. Bentuk wisata di DIY meliputi wisata MICE (MeetingIncentiveConvention and Exhibition), wisata budaya, wisata alam, wisata minat khusus, dan berbagai fasilitas wisata lainnya, seperti resort, hotel, dan restoran. Tercatat ada 37 hotel berbintang, dan 1.011 hotel melati di seluruh DIY pada 2010. Adapun penyelenggaraan MICE sebanyak 4.509 kali per tahun atau sekitar 12 kali per hari. Keanekaragaman upacara keagamaan, dan budaya dari berbagai agama serta didukung oleh kreativitas seni, dan keramahtamahan masyarakat, membuat DIY mampu menciptakan produk-produk budaya, dan pariwisata yang menjanjikan. Pada tahun 2010 tedapat 91 desa wisata dengan 51 di antaranya yang layak dikunjungi. Tiga desa wisata di kabupaten Sleman hancur terkena erupsi gunung Merapi sedang 14 lainnya rusak ringan. Menurut Kepala Dinas Pariwisata Yogyakarta pada September 2014, angka kunjungan mencapai 2,4 juta wisatawan domestik dan 1,8 juta wisatawan manca negara.

Secara geografis, DIY juga diuntungkan oleh jarak antara lokasi objek wisata yang terjangkau, dan mudah ditempuh. Sektor pariwisata sangat signifikan menjadi motor kegiatan perekonomian DIY yang secara umum bertumpu pada tiga sektor andalan yaitu: jasa-jasa; perdagangan, hotel, dan restoran; serta pertanian. Dalam hal ini pariwisata memberi efek pengganda (multiplier effect) yang nyata bagi sektor perdagangan disebabkan meningkatnya kunjungan wisatawan. Selain itu, penyerapan tenaga kerja, dan sumbangan terhadap perekonomian daerah sangat signifikan.

Berikut ini Destinasi Wisata di Jogja yang Menarik

Wisata Candi

Wisata pantai

Area Bantul 1

Area Bantul 2

Area Gunungkidul 1

Area Gunungkidul 2

Area Gunungkidul 3

Area Kulonprogo

Wisata gua

Wisata belanja

Wisata alam

Kebudayaan Yogyakarta (Jogja)

DIY mempunyai beragam potensi budaya, baik budaya yang tangible (fisik) maupun yang intangible (non fisik). Potensi budaya yang tangible antara lain kawasan cagar budaya, dan benda cagar budaya sedangkan potensi budaya yang intangible seperti gagasan, sistem nilai atau norma, karya seni, sistem sosial atau perilaku sosial yang ada dalam masyarakat.

DIY memiliki tidak kurang dari 515 Bangunan Cagar Budaya yang tersebar di 13 Kawasan Cagar Budaya. Keberadaan aset-aset budaya peninggalan peradaban tinggi masa lampau tersebut, dengan Kraton sebagai institusi warisan adiluhung yang masih terlestari keberadaannya, merupakan embrio, dan memberi spirit bagi tumbuhnya dinamika masyarakat dalam berkehidupan kebudayaan terutama dalam berseni budaya, dan beradat tradisi. Selain itu, DIY juga mempunyai 30 museum, yang dua di antaranya yaitu Museum Ullen Sentalu, dan Museum Sonobudoyo diproyeksikan menjadi museum internasional. Pada 2010, persentase benda cagar budaya tidak bergeak dalam kategori baik sebesar 41,55%, sedangkan kunjungan ke museum mencapai 6,42%

Tata Ruang dan Infrastruktur Yogyakarta (Jogja)

Tata ruang

Model yang digunakan dalam tata ruang wilayah DIY adalah corridor development atau disebut dengan “pemusatan intensitas kegiatan manusia pada suatu koridor tertentu” yang berfokus pada Kota Yogyakarta, dan jalan koridor sekitarnya. Dalam konteks ini, aspek pengendalian, dan pengarahan pembangunan dilakukan lebih menonjol dalam koridor prioritas, terhadap kegiatan investasi swasta, dibandingkan dengan investasi pembangunan oleh pemerintah yang dengan sendirinya harus terkendali. Untuk mendukung aksesibilitas global wilayah DIY, maka diarahkan pengembangan pusat-pusat pelayanan antara lain Pusat Kegiatan Nasional (PKN)/Kota Yogyakarta, Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) Sleman, PKW Bantul, dan Pusat Kegiatan Lokal (PKL). Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2010 tentang RTRW Prov DIY 2009-2029 mengatur pengembangan tata ruang di DIY. Penataan ruang ini juga memiliki keterkaitan dengan mitigasi bencana di DIY.

Prasarana

Prasarana jalan yang tersedia di DIY tahun 2007 meliputi Jalan Nasional (168,81 Km), Jalan Provinsi (690,25 Km), dan Jalan Kabupaten (3.968,88 Km), dengan jumlah jembatan yang tersedia sebanyak 114 buah dengan total panjang 4.664,13 meter untuk jembatan nasional, dan 215 buah dengan total panjang 4.991,3 meter untuk jembatan provinsi. Di wilayah perkotaan, dengan kondisi kendaraan bermotor yang semakin meningkat (rata-rata tumbuh 13% per tahun), sedangkan kondisi jalan terbatas, maka telah mengakibatkan terjadinya kesemrawutan, dan kemacetan lalu lintas, dan terjadinya kecelakaan lalu lintas yang terus meningkat setiap tahun.

 

Sumber Referensi

https://www.jogjakota.go.id/

https://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta

https://www.jogjaprov.go.id/

https://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/

Versi cetak

Related Keywords

sewa mobil surabaya jogja

Artikel Terkait