Sewa Mobil Ponorogo

Diposting pada tanggal 15 December 2020
Sewa Mobil Ponorogo

Sewa Mobil dari Surabaya ke Ponorogo Harga Murah di SR transport Group

Kabupaten Ponorogo adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa TimurIndonesia. Kabupaten ini terletak di koordinat 111° 17’ – 111° 52’ BT dan 7° 49’ – 8° 20’ LS dengan ketinggian antara 92 sampai dengan 2.563 meter di atas permukaan laut dan memiliki luas wilayah 1.371,78 km².[5] Kabupaten ini terletak di bagian barat provinsi Jawa Timur dan berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Tengah atau lebih tepatnya 220 km arah barat daya dari ibu kota provinsi Jawa Timur, Surabaya. Pada tahun 2016 berdasarkan hasil Data Kependudukan Kabupaten Ponorogo Semester 1 2016, jumlah penduduk Kabupaten Ponorogo adalah 924.913 jiwa.

Kabupaten Ponorogo dikenal dengan julukan Kota Reog atau Bumi Reog karena daerah ini merupakan daerah asal dari kesenian Reog. Ponorogo juga dikenal sebagai Kota Santri karena memiliki banyak pondok pesantren, salah satu yang terkenal adalah Pondok Modern Darussalam Gontor yang terletak di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak.

Sewa Mobil dari Surabaya ke Ponorogo

Ibu kota Kabupaten Ponorogo terletak 27 km sebelah selatan Kota Madiun, dan berada di jalur Madiun – Pacitan. Transportasi yang sekarang banyak digunakan adalah kendaraan bermotor, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Ada sebagian kecil menggunakan sepeda angin (sepeda onthel). Terminal utama Kabupaten Ponorogo adalah Terminal Seloaji yang terletak di sebelah utara Kabupaten Ponorogo yaitu di Kecamatan Babadan.

SR transport Group Rent Car Tour Travel Agent telah Terdaftar dan Legal dibawah naungan CV. SHAFIRA RIZKY Perusahaan yang bergerak dibidang jasa transportasi Sewa Mobil Surabaya pada khususnya dan Jawa Timur umumnya, kami juga melayani Biro Perjalanan Paket Wisata kota MalangBatuBromoBanyuwangiBaliJogjaSemarangBandung, Jakarta dan Destinasi wisata Indonesia yang menarik untuk dikunjungi.

Untuk anda yang ingin jalan-jalan keliling wisata Ponorogo, berburu kuliner khas Ponorogo dan Explore Ponorogo, segera hubungi SR transport Group Rent Car Tour Travel Agent Surabaya Perusahaan Jasa Transportasi Sewa Mobil Surabaya dengan Harga paling Murah, Armada keluaran terbaru plus Driver yang Berpengalaman dan Profesional. Garansi Layanan Terbaik Sewa Mobil Surabaya.

Harga Sewa Mobil dari Surabaya ke Ponorogo

SR transport Group Surabaya memenuhi kebutuhan jasa transportasi anda selama di Surabaya dengan rute tujuan Ponorogo, armada kami antara lain : Daihatsu Xenia, Toyota Avanza, Toyota Innova Reborn, Toyota Rush, Suzuki Ertiga, Daihatsu Terios, Toyota Hiace, Isuzu Elf, Totota Alphard, Mitsubishi Pajero, Mitsubishi Xpander, Honda Jazz, Toyota Yaris, Toyota Fortuner, Toyota Vellfire, tersedia juga Mercedez Benz Sprinter. Armada kami selalu dalam kondisi prima, selalu siap melayani dan mengantar anda. Sebagai sarana transportasi Sewa Mobil dari Surabaya ke Ponorogo, kemanapun tujuan anda, baik dalam kota Surabaya maupun luar kota Jawa Timur.

Berikut ini daftar Harga Sewa Mobil dari Surabaya ke PonorogoSR transport Group di dukung dengan armada mobil keluaran terbaru, bersih, nyaman dan terawat. Berikut harga dan tipe kendaraan yang selalu siap mengantar dan mendampingi perjalanan anda.

Jenis Mobil Paket Sewa Perhari
Avanza Rp.800.000
Xenia Rp.750.000
Xpander Rp.850.000
Ertiga Rp.800.000
Innova Rp.950.000
Alphard Rp.2.500.000
Vellfire Rp.2.550.000
Fortuner Rp.1.500.000
Pajero Rp.1.600.000
Hiace Rp.1.750.000
Isuzu Elf Rp.1.600.000
Keterangan dan Ketentuan Harga di Tabel
  • Harga tabel di atas belum termasuk biaya  BBM + TOL (Pulang Pergi).
  • Harga tabel di atas belum termasuk biaya Parkir + Parkir Tempat Wisata & Tiket Masuk Wisata.
  • Harga tabel di atas belum termasuk biaya makan driver Rp.50.000,- per hari.
  • Harga tabel di atas belum termasuk biaya inap Rp.150.000,- apabila tujuan luar kota Surabaya.

Kami menjamin Harga Sewa Mobil dari Surabaya ke Ponorogo lebih terjangkau di SR transport Group Surabaya. Dengan pengalaman bertahun-tahun dalam melayani Jasa Transportasi Sewa Mobil Surabaya, kami selalu memberikan pelayanan terbaik dengan kondisi mobil yang prima dan selalu bersih serta pengemudi (driver) professional yang berpengalaman.

Tunggu apalagi, segera hubungi kami dan nikmati layanan jasa transportasi serta kesan perjalanan yang berbeda dari SR transport Group Surabaya. Kontak admin buka 24 jam selama 7 hari, sewaktu-waktu anda menghubungi kami untuk pesan sewa mobil atau konsultasi sewa mobil, admin siap membantu anda. Hubungi kami : Office Phone : (031) 99895814 / Sofiyan : 0822-4438-3933 / Admin 1 : 0856-5535-7386 / Admin 2 : 0821-2560-8533

Sejarah Ponorogo

Menurut Babad Ponorogo, berdirinya Kabupaten Ponorogo dimulai setelah Raden Katong sampai di wilayah Wengker. Pada saat itu Wengker dipimpin oleh Surya Ngalam yang dikenal sebagai Ki Ageng Kutu. Raden Katong lalu memilih tempat yang memenuhi syarat untuk pemukiman (yaitu di Dusun Plampitan, Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan sekarang). Melalui situasi dan kondisi yang penuh dengan hambatan, tantangan, yang datang silih berganti, Raden Katong, Selo Aji, dan Ki Ageng Mirah beserta pengikutnya terus berupaya mendirikan pemukiman.

Tahun 14821486 M, untuk mencapai tujuan menegakkan perjuangan dengan menyusun kekuatan, sedikit demi sedikit kesulitan tersebut dapat teratasi, pendekatan kekeluargaan dengan Ki Ageng Kutu dan seluruh pendukungnya ketika itu mulai membuahkan hasil.

Dengan persiapan dalam rangka merintis kadipaten didukung semua pihak, Bathoro Katong (Raden Katong) dapat mendirikan Kadipaten Ponorogo pada akhir abad XV, dan ia menjadi adipati yang pertama.

Kadipaten Ponorogo berdiri pada tanggal 11 Agustus 1496, tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi kota Ponorogo. Penetapan tanggal ini merupakan kajian mendalam atas dasar bukti peninggalan benda-benda purbakala berupa sepasang batu gilang yang terdapat di depan gapura kelima di kompleks makam Batara Katong dan juga mengacu pada buku Hand book of Oriental History. Pada batu gilang tersebut tertulis candrasengkala memet berupa gambar manusia yang bersemadi, pohon, burung garuda dan gajah. Candrasengkala ini menunjukkan angka tahun 1418 Saka atau tahun 1496 M. Sehingga dapat ditemukan hari wisuda Bathoro Katong sebagai Adipati Kadipaten Ponorogo yaitu hari Minggu Pon, tanggal 1 Besar 1418 Saka bertepatan tanggal 11 Agustus 1496 M atau 1 Dzulhijjah 901 H. Selanjutnya melalui seminar Hari Jadi Kabupaten Ponorogo yang diselenggarakan pada tanggal 30 April 1996 maka penetapan tanggal 11 Agustus sebagai Hari Jadi Kabupaten Ponorogo telah mendapat persetujuan DPRD Kabupaten Ponorogo.

Sejak berdirinya Kadipaten Ponorogo di bawah pimpinan Raden Katong, tata pemerintahan menjadi stabil dan pada tahun 1837 Kadipaten Ponorogo pindah dari Kota Lama ke Kota Tengah menjadi Kabupaten Ponorogo hingga sekarang.

Kesenian Reog Ponorogo

Ponorogo memiliki banyak sekali kesenian daerah, salah satu yang terkenal adalah Reog. Seni Reog merupakan rangkaian tarian yang terdiri dari tarian pembukaan dan tarian inti. Tarian pembukaan biasanya dibawakan oleh 6–8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam, dengan muka dipoles warna merah. Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6–8 gadis yang menaiki kuda. Tarian pembukaan lainnya jika ada biasanya berupa tarian oleh anak kecil yang membawakan adegan lucu yang disebut Bujang Ganong atau Ganongan. Setelah tarian pembukaan selesai, baru ditampilkan adegan inti yang isinya bergantung kondisi di mana seni reog ditampilkan. Jika berhubungan dengan pernikahan maka yang ditampilkan adalah adegan percintaan. Untuk hajatan khitanan atau sunatan, biasanya cerita pendekar. Adegan terakhir adalah singa barong, yang mana pelaku memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak. Namun adegan dalam seni reog biasanya tidak mengikuti skenario yang tersusun rapi. Di sini selalu ada interaksi antara pemain dan dalang (biasanya pemimpin rombongan) dan kadang-kadang dengan penonton. Terkadang seorang pemain yang sedang pentas dapat digantikan oleh pemain lain bila pemain tersebut kelelahan.

Pariwisata di Ponorogo

Terdapat beberapa objek wisata di Kabupaten Ponorogo, di antaranya objek wisata budaya, objek wisata industri, objek wisata alam, dan objek wisata religius.

Di Kabupaten Ponorogo terdapat dua jenis objek wisata religius, yaitu objek wisata ziarah dan objek wisata agama. Objek wisata ziarah di antaranya adalah Makam Bathara Katong di Desa SetonoKecamatan Jenangan dan Makam Gondoloyo di Desa TanjungsariKecamatan Jenangan. Dan objek wisata agama di antaranya adalah Mata Air Sendang Waluyo Jati yang merupakan tempat ibadah penganut Katolik, dengan sebuah Patung Maria di Desa KlepuKecamatan Sooko dan Masjid Tegalsari yang dibangun sekitar abad ke-18 oleh Kiai Ageng Hasan Besari, berarsitektur Jawa dengan 36 tiang, serta kitab berusia 400 tahun yang ditulis Ronggo Warsito di Desa TegalsariKecamatan Jetis.

Setiap tanggal 1 Muharram (1 Suro), pemerintah Kabupaten Ponorogo menyelenggarakan Grebeg Suro. Dalam rangkaian perayaan Grebeg Suro ini diadakan Kirab Pusaka yang biasa diselenggarakan sehari sebelum tanggal 1 Muharram. Pusaka peninggalan pemimpin Ponorogo zaman dahulu, saat masih dalam masa Kerajaan Wengker, diarak bersama pawai pelajar dan pejabat pemerintahan di Kabupaten Ponorogo, dari makam Bathara Katong (pendiri Ponorogo) di daerah Pasar Pon sebagai Kota Lama, ke Pendapa Kabupaten. Pada malam harinya, di alun-alun kotaFestival Reog Nasional memasuki babak final. Esok paginya ada acara Larung Risalah Doa di Telaga Ngebel, di mana nasi tumpeng dan kepala kerbau dilarung bersama doa ke tengah-tengah telaga. Perayaan Grebeg Suro ini menjadi salah satu jadwal kalender wisata Jawa Timur. Objek wisata budaya lainnya, yaitu Taman Rekreasi Singo Pitu, Pentas Wayang Kulit, dan Reog Bulan Purnama.

Kuliner Khas Ponorogo

Beraneka jenis makanan khas tersedia di Ponorogo. Sate Ponorogo merupakan salah satu jenis sate yang berasal dari daerah Ponorogo. Sate Ponorogo berbeda dengan Sate Madura. Perbedaannya adalah pada cara memotong dagingnya. Dagingnya tidak dipotong menyerupai dadu seperti sate ayam pada umumnya, melainkan disayat tipis panjang menyerupai fillet, sehingga selain lebih empuk, lemak pada dagingnya pun bisa disisihkan. Ukuran sate Ponorogo relatif lebih besar dengan irisan memanjang. Karena ukuran yang memanjang ini, satu tusuk sate Ponorogo biasanya hanya berisi satu atau dua potong daging. Perbedaan berikutnya adalah sate Ponorogo melalui proses perendaman bumbu (dibacem) agar bumbu meresap ke dalam daging.

Selain sate, juga terdapat Pecel Ponorogo. Perbedaan Pecel Ponorogo dengan pecel di daerah lainnya adalah bumbu kacangnya kental dan pedas serta mempunyai unsur rasa yang khas dengan aroma yang kuat. Sayur-sayurannya lengkap, taoge yang dipakai bukan berasal dari kacang hijau tetapi dari kedelai. Biasanya dilengkapi dengan petai cina (lamtoro) dan mentimun yang diiris kecil-kecil. Pecel Ponorogo juga dilengkapi dengan rempeyek atau tempe goreng. Cara penyajiannya pun berbeda dengan pecel di daerah lain. Pecel ini disajikan dengan nasi lalu sayur dan disiram sambal, kemudian diberi sayur dan sambal lagi, lalu lalapan kemudian tempe goreng atau rempeyek.

Terdapat juga minuman khas dari Ponorogo, yaitu Dawet Jabung. Dawet Jabung mirip dengan es cendol, namun cendol yang dipakai terbuat dari tepung aren dan tanpa bahan pewarna, sehingga warnanya alami. Kuah dawetnya terdiri dari santan kelapa muda yang ditambah dengan gula aren dan sedikit garam. Biasanya ditambahkan tapai ketan dan irisan buah nangka. Dawet ini disajikan dalam mangkuk kecil dan ditambah dengan es batu. Dinamakan Dawet Jabung, karena asal dari dawet ini berasal dari Desa Jabung salah satu desa di Kecamatan Mlarak.

Jajanan khas Ponorogo adalah Jenang Mirah. Dinamakan Jenang Mirah karena pembuat jenang ini adalah Ibu Mirah. Jenang Mirah berasal dari Desa Josari. Merupakan makanan khas Ponorogo yang dibuat dari beras ketan, gula kelapa dan santan buah kelapa, tanpa bahan pengawet. Jenang Mirah termasuk makanan basah karena hanya tahan satu minggu, kecuali dimasukkan ke dalam lemari es. Jenang Mirah sangat mudah ditemui di toko oleh-oleh khas Ponorogo. Selain Jenang Mirah, Juga ada arak keling, yaitu jajanan khas dari Desa Coper. Arak keling terbuat dari pati ketela pohon yang dicampur dengan telur lalu dibentuk seperti angka 8 dan digoreng sampai kering lalu diberi gula pasir yang direbus dahulu sampai kental hingga merata. Selain Jenang Mirah dan Arak Keling, ada pula Serabi Kuah khas Ponorogo, perbedaan serabi ini dengan serabi lain karena dimasak dengan kompor dan wajan dari tanah liat dan rasa serabi yang gurih ditambah dengan kuah santan yang manis, biasanya penjual serabi bisa dijumpai di sekitar Alun-Alun Ponorogo.

Versi cetak

Related Keywords

sewa mobil surabaya ke ponorogo

Artikel Terkait